Uncategorized

Komponen dan Cara Pelestarian Ekosistem Pantai Pasir Dangkal

Ketika berbicara tentang ekosistem laut, pastinya kita pernah mendengar tentang ekosistem pantai pasir dangkal yang masuk dalam zona neritik. Secara umum, zona ini memiliki beberapa ciri khas,

seperti:

 Rentang kedalaman yang ditolerir adalah 0-200m, dengan demikian sinar matahari masih bisa menembus dasar laut.

 Memiliki bagian yang akan selalu tertutup air dan tidak pernah surut.

 Memiliki ragam individu yang paling banyak, mulai dari plankton hingga terumbu karang.

Dari ciri yang terlihat diatas, zona ini dibagi menjadi tiga bagian, antaralain:

Ekosistem terumbu karang

Sesuai dengan namanya, ekosistem terumbu karang tersusun dari bagian perairan yang memiliki air jernih dan tidak berarus tinggi (arus perairan relatif tenang). Terkait wilayah, Anda bisa menjumpai

contoh ekosistem ini di area Nusa Tenggara dan Bali. Hewan dan tumbuhan yang masuk dalam ekosistem ini, antaralain kerang remis, terumbu karang, dan alga hijau. Namun demikian, saat berbicara tentang cara pelestarian yang sering dilakukan masyarakat untuk ekosistem ini, sudah banyak metode yang dilakukan, seperti:

a. Tidak menangkap ikan menggunakan bahan peledak,

b. Melakukan penanaman algae dengan sistem kontinyu yang membuat kebutuhan ekonomi bisa terpenuhi tetapi ekosistem laut tidak mengalami kerusakan.

Ekosistem pantai batu

Sesuai dengan namanya, ekosistem ini didominasi oleh komponen batuan granit yang merupakan hasil percampuran antara tanah liat, kerikil, dan kapur. Jika berbicara tentang contoh individu yang banyak ditemukan didaerah ekosistem pantai batu, disini kita bisa menemukan vegetasiSargassum sp. dan ganggang merah. Kita bisa menemukan ekosistem ini di daerah Maluku maupun pantai selatan Jawa dan untuk teknik pelestarian yang dilakukan, umumnya dengan tidak melakukan penambangan diarea sekitar ekosistem untuk mencegah pendangkalan.

Ekosistem pantai lumpur

Satu lagi ekosistem yang tergolong dalam zona neritik, yaitu ekosistem pantai lumpur. Disini, kita bisa menemukan beberapa hewan dan tumbuhan khas, seperti ikan gelodok dan rumput laut. Wilayah yang merupakan daerah pertemuan antara endapan lumpur sungai dan laut ini dapat ditemukan di sebagian besar pantai pulau Jawa dan Sumatra.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s